Minggu, 13 Juni 2021

Kenali 3 Efek Samping Diet DEBM Sebelum Mencobanya

diet debm
kiatkiatku.com | Diet DEBM
Kiatkiatku.com - Diet DEBM belakangan ini cukup hangat menjadi perbincangan untuk menurunkan berat badan. Jenis diet ini begitu populer di media sosial dan memiliki jutaan pengikut yang berbagi resep agar diet tersebut berhasil. Perlu digarisbawahi bahwa DEBM bukan dicetuskan oleh dokter atau ahli gizi.

Diet Enak Bahagia Menyenangkan (DEBM) dipopulerkan oleh Robert Hendrik Liembono yang berhasil menurunkan berat badan menjadi 75 kg dari 107 kg melalui pengaturan pola makan yang dipelajarinya dari internet. Diet ini menarik perhatian karena memungkinkan penurunan berat badan tanpa harus berolahraga dan mengonsumsi makanan lezat. Kuncinya makanan tersebut wajib tinggi protein, lemak, tanpa gula tambahan, dan rendah karbohidrat.

Kebanyakan program diet adalah hasil penelitian dari ahli gizi. Sementara itu DEBM belum diuji dampaknya secara jangka pendek maupun jangka panjang. Jadi efek samping diet yang satu ini wajib dipertanyakan. Berikut ini adalah beberapa efek samping diet DEBM yang wajib diperhatikan sebelum mencobanya.

  • Konstipasi

DEBM sekilas hampir sama dengan diet ketogenic yang sama-sama mengonsumsi makanan rendah karbohidrat tetapi tinggi protein dan lemak. Namun diet keto memiliki pembagian porsi yang jelas untuk karbohidrat, protein, dan lemak untuk menu makan. Sementara itu menu diet DEBM belum memiliki pedoman khusus, hanya fokus pada karbohidrat yang rendah dan asupan protein hewani yang tinggi.

Efek samping yang mungkin muncul dari program diet ini adalah menyebabkan konstipasi. Ini karena diet tersebut membatasi konsumsi makanan yang mengandung karbo misalnya kacang-kacangan, makanan bertepung, serta buah dan sayuran yang mengandung pati.

Sebenarnya ada 3 tipe karbohidrat yang terdapat makanan yaitu tepung, serat, dan gula. Serat dalam makanan karbohidrat seperti buah dan sayuran diperlukan oleh pencernaan untuk penyerapan nutrisi yang lebih optimal dan membantu usus besar mendorong kotoran. Ketika sebagian besar buah dan sayuran berkarbohidrat tidak dikonsumsi, maka asupan serat pun turun sehingga dapat menyebabkan konstipasi.

  • Kinerja Otak Menurun

Gula alami dari karbohidrat memiliki peranan penting untuk tubuh. Pasalnya gula merupakan bahan bakar otak. Gula alami dapat berasal dari buah-buahan dan nasi. Tubuh sebenarnya dapat mengubah glukosa dari otot tetapi memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan mencerna gula dari makanan berkarbohidrat.

Ketika asupan karbohidrat dibatasi, kinerja otak menjadi lebih lambat atau bahkan terganggu. Beberapa gejala yang dirasakan antara lain adalah sulit fokus, mudah kesal, lamban bekerja, mudah bingung kesulitan mengingat, dan menyampaikan ide.

  • Tubuh Terasa Lemas

Karbohidrat menjadi sumber energi tubuh manusia. Jika asupannya dibatasi seperti cara diet DEBM, maka tubuh akan mudah Lelah dan lemas. Biasanya efek samping ini akan terasa saat awal menjalani program diet. Alasannya, tubuh belum biasa mengubah lemak dan protein menjadi energi.

Selain lemas, beberapa gejala lain yang mungkin muncul adalah kualitas tidur menurun, peningkatan kolesterol jahat, mual, dan lebih sering buang air kecil. Pada dasarnya efek samping diet DEBM mungkin berbeda-beda antara orang satu dengan yang lain. Maka, untuk lebih baiknya Anda dapat berkonsultasi ke dokter sebelum mencoba program diet ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar